Pekanbaru, 24 Desember 2011 Nomor : 02/EKS/REK/HPMKB-PKU/XII/2011 Hal : Rekomendasi Lampiran : - Kepada Yth, Ketua Asrama IPMKB (Ikatan Pelajar Mahasiswa Kabupaten Bengkalis) Di- Pekanbaru Assalamualaikum Wr.Wb. Teriring salam dan doa kami semoga saudara selalu berada dalam keadaan sehat walafiat dan dapat menjalankan aktivitas sehari-hari dalam menggapai ridhonya..amiin Dalam rangka mengukuhkan tali persaudaraan mahasiswa kabupaten bengkalis, guna membantu penyelenggaraan kepengurusan organisasi mahasiswa dalam hal penyaluran informasi dan komunikasi, maka dari itu Himpunan Pelajar Mahasiswa Kecamatan Bukit Batu Pekanbaru (HPMKB-Pekanbaru) merekomendasikan saudara tersebut dibawah ini : Nama : Zainuddin Fikri Tempat,tanggal lahir : Pangkalan Jambi, 05 maret 1988 NIM : 10010077 Asal Desa : Pangkalan Jambi Perguruan Tinggi : AMIK TRI DHARMA Untuk dapat mewakili mahasiswa kecamatan bukit batu diasrama bengkalis yang ada dijalan terubuk nomor 56. Semoga dengan rekomendasi ini bisa menjalin kerja sama antara kita. Demikian surat rekomendasi ini kami sampaikan, atas kerja samanya kami ucapkan terima kasih. Wassalamualaikum Wr. Wb. Himpunan Pelajar Mahasiswa Kecamatan Bukit Batu Pekanbaru ( HPMKB-Pekanbaru ) 2011 Muhammad Tabroni Hendri Ketua Umum Sekretaris

Huis Van Behauring, Benteng Balanda di Bengkalis

Diposting oleh HPMKB PEKANBARU Kamis, 08 Maret 2012

RUMAH tahanan Belanda ini dibangun dengan dua lapis tembok. Tembok pertama dan kedua masing-masing berbentuk gedung serupa. Pada bagian lapis pertama gedung dijadikan semacam office bagi pegawai tahanan, sementara gedung dalamnya khusus untuk tahanan. Rumah untuk tahanan di bagian dalam ini berbentuk leter U. Bagian kanan, kiri serta bagian belakang, sementara bagian depan sudah merupakan tembok lapis pertama yang juga dibuat semacam rumah untuk kantor tadi.

Masnah, warga yang tinggal di rumah bekas tahanan ini, menuturkan dulunya rumah tahanan bagian dalam tersebuit terdiri dari 25 kamar tahanan. Ruanganya kecil, setiap ruang tahanan hanya ada jendela kecil yang bersel, gelap karena sejak awal tidak disertai intalasi listrik.

Menurut Masnah para tahanan yang pejara bukan saja warga setempat. Bahkan ada yang merupakan buangan dari daerah lain. Makanya sekarang, di Bengkalis banyak ditemui makam-makam raja dari daerah luar seperti dari Sumatera Utara. Karena diduga mereka merupakan tawanan yang akhirnya meninggal di tahanan ini.

Melihat keadaan situs bersejarah Huis Van Behauring saya mengajak sobat blogger sebangsa dan setanah air untuk mengkampayekan selamatkan situs bersejarah, berdasarkan pengalaman saya menjelajahi situs bersejarah di riau terlihat tidak terawat dengan baik, terkesan asal-asalan.

Dari berbagai informasi, tidak hanya di Riau saja, bahkan seluruh Indonesia. Di Riau sangat banyak situs bersejarah, yang saya sangat sedihkan di daerah Kuantan Singingi, pemerintah tak ambil peduli dengan situs Kerajaan Koto Alang.

Huis Van Behauring beruntung ada yang mau merawatnya, yaitu seorang ibu tua dan anak-anaknya yang tinggal di Huis Van Behauring. Beliau adalah anak seorang pegawai penjara ini setelah diambil alih dari Belanda. Ironisnya, pemerintah Daerah Bengkalis sendiri seolah tidak peduli dengan situs bersejarah ini. (sumber: sungaikuantan.com)